TEMANGGUNG.RILISJATENG.COM – Pemerintah Kabupaten Temanggung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bankesbangpol) terus memperkuat sistem kewaspadaan dini guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Salah satu upayanya dilakukan melalui rapat koordinasi rutin bersama Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) untuk memetakan, serta mengantisipasi berbagai potensi kerawanan di wilayah Kabupaten Temanggung.
Kepala Bankesbangpol Kabupaten Temanggung, Tri Raharjo, Senin (20/7/2026) menyampaikan, forum koordinasi tersebut menjadi sarana strategis untuk menghimpun informasi dari berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan sebagai dasar deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, konflik sosial, maupun ancaman lain yang dapat mengganggu kondusivitas daerah.
Menurut Tri, pelaksanaan koordinasi ini merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2002 tentang Koordinasi Intelijen Negara dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kewaspadaan Dini di Daerah.
“Hasil rapat koordinasi menjadi bahan rekomendasi bagi kepala daerah dalam menentukan langkah pencegahan dan penanganan terhadap berbagai potensi kerawanan yang berkembang di Kabupaten Temanggung, sehingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga,” ujar Tri Raharjo.
Ia mengatakan, beberapa isu strategis yang menjadi perhatian yakni persoalan dualisme kepengurusan dan jemaat di GPdI Ngadirejo. Pembinaan terhadap mantan narapidana terorisme dan mantan anggota JI.
“Kami mengedepankan pendekatan sosial, ekonomi, dan pembinaan agar mereka dapat kembali berbaur dengan masyarakat, sekaligus mencegah berkembangnya paham radikal,” jelasnya.
Kesbangpol juga melakukan pemantauan terhadap dinamika organisasi kemasyarakatan, perkembangan isu-isu nasional di daerah, serta berbagai aksi penyampaian pendapat oleh mahasiswa, maupun kelompok masyarakat.
Dalam setiap kegiatan tersebut, ujarnya pemerintah daerah terus membangun komunikasi dengan penyelenggara aksi agar penyampaian aspirasi berlangsung tertib, damai, dan sesuai ketentuan.
Beberapa isu yang menjadi perhatian antara lain pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembentukan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, pembahasan RUU Perampasan Aset, wacana kenaikan harga BBM, fluktuasi nilai tukar rupiah, pembebasan lahan jalan tol, hingga persoalan harga tembakau yang berdampak pada masyarakat Temanggung.
Di samping itu, Bankesbangpol juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan salah satu pondok pesantren di wilayah Salamsari sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap berbagai dinamika sosial yang berkembang di masyarakat. Seluruh hasil pemantauan tersebut menjadi bahan evaluasi dan koordinasi lintas instansi guna menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Temanggung.







